Jumaat, 25 Februari 2011

Khutbah Jumaat : Cinta Dunia, TAKUT mati!

"Hampir tiba suatu zaman di mana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang kelaparan mengerumuni hidangan mereka." Maka salah seorang sahabat bertanya," Apakah karena jumlah kami yang sedikit pada hari itu?" Nabi saw, menjawab,"Bahkan, pada hari itu jumlah kamu banyak sekali, tetapi kamu umpama buih di lautan, dan Allah akan mencabut 'rasa gentar' terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan melemparkan ke dalam hati kamu penyakit al-wahnu."Seorang sahabat bertanya, 'Apakah itu al-wahnu itu, ya Rasulullah?' Rasulullah saw, menjawab, "Cinta dunia dan takut mati." (Hr Abu Dawud dan Ahmad)


Dalam usaha untuk memahami maksud dari hadis nabi Muhammad saw diatas, seseorang akan dengan cepat menyadari pernyataan nabi dalam hadis yang lain:

"Aku telah di berikan kemampuan berkata singkat, namun mempunyai arti yang komprehensif"[Bukhari dan Muslim].

Rasul saw, di anugerahi kemampuan yang sangat besar dalam menyampaikan perkataan dengan jelas sehingga keseluruhan isinya dapat di catat. Dalam hadis tersebut, nabi saw, menggambarkan situasi kaum Muslimin dengan ketepatan yang sangat, pula memberikan solusi didalamnya.

“Hampir tiba suatu zaman di mana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang kelaparan mengerumuni hidangan mereka.”Yang menakjubkan dari hadis ini adalah, penggambaran yang gamblang dan jelas Rasul saw, kepada pendengarnya mengenai keadaan kaum Muslim kelak. Sekarang ini, kaum Muslimin tak ubahnya bagai hidangan lezat yang dikelilingi sekawanan orang-orang lapar. Namun, orang-orang tersebut harus berbagi, karenanya, hidangan tersebut harus dibagi di antara mereka menurut status sosial masing-masing 'tamu'.

Sesaat setelah kejatuhan Khilafah, dunia Muslim terbagi menjadi sejumlah negara-negara, yang masing-masing lebih mementingkan kekayaan dan ambisi duniawinya.

Korupsi meraja lela di negara-negara tersebut, dan benih-benih kezaliman, penguasa yang lalim tertanam teramat dalam. Kini, Umat terkotak-kotak dan setiap penguasa hanya sibuk mengurusi kepentingannya sendiri, dan musuh-musuh Islam bebas menginvasi setiap tanah Muslim seperti pemangsa yang menyerang mangsanya.

"Salah seorang sahabat bertanya," Apakah karena jumlah kami yang sedikit pada hari itu?" Nabi saw, menjawab,"Bahkan, pada hari itu jumlah kamu banyak sekali ...”

Ini sebagai bukti bahwa di dalam Islam, jumlah bukanlah faktor yang paling penting. Kaum Muslim mencetak kemenangan pada perang Badar, padahal jumlah pasukan Musrykin Quraysh lebih besar dari pasukan Muslim, tiga melawan satu. Juga pada perang Yarmuk, pasukan Rumawi jauh lebih besar di banding kaum Muslim, tujuh lawan satu. Namun sebaliknya, situasi saat ini berbalik. Populasi kaum Muslimin lebih dari satu trilyun dan terus bertambah. Namun, angka yang fantastis ini tidak berpengaruh besar. Karena kebanyakan dari kaum Muslimin hanyalah sebagai budak hawa nafsu, seibarat sekawanan ternak yang tidak berakal yang hanya di manfaatkan oleh tuannya.

“...tetapi kamu umpama buih di lautan." Ini adalah gambaran yang lain! Deskripsi membawa artian yang dalam dan dapat dijabarkan jika seseorang mencoba mengkaji makna dari "buih dilautan".

Pertama, buih dilautan, menjelaskan perasaan kebanggaan dan kepercayaan diri. Kedua, buih hampir-hampir tak punya berat dan tak kokoh, bahkan jika terkena hembusan paling ringan dari angin akan menghancurkannya. Ini Menunjukkan, kebanggaan dan perasaan percaya diri tanpa dasar dan pada faktanya, tidak pernah ada. Karena hanya menghasilkan kepercayaan diri buta. Ketiga, buih dilaut tidak dapat menentukan atau mengendalikan dirinya, namun buih tersebut mengikuti aliran air. Dengan bahagia mengikuti aliran air diatas posisi khayalannya.

“...dan Allah akan mencabut 'rasa gentar' terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu.” Ada suatu masa, dimana kekuatan kaum Muslim ditakuti oleh semua musuhnya, disaat orang-orang dari seluruh dunia melakukan perjalanan untuk memperoleh pendidikan di negara-negara Muslim, disaat bahasa Arab menjadi bahasa kesuksesan. Masa tersebut telah lenyap sekarang ini. Kaum Muslim dan Islam secara umum tidak dipandang. Kenapa?

Nabi saw, mengatakan disebabkan oleh "al-Wahnu". Secara tegas, nabi saw, menjelaskan arti kata ini;"Seorang sahabat bertanya, 'Apakah itu al-wahnu itu, ya Rasulullah?' Rasulullah saw, menjawab, "Cinta dunia dan takut mati."

Nah, masalah dan solusinya telah teridentifikasi. Setelah bombardir secara bertubi-tubi dari kaum kapitalis dan ideologi sosialis, dunia Muslim menjadi sangat materialistik, secara frustasi mengejar kesenangan duniawi, dengan sedikit sekali ingatan akan mati. Nabi Muhammad saw, mengatakan:

“Teruslah mengingat mati, karena hal tersebut akan mengesampingkan kesenangan dunia.” [Tirmidi]

Allah berfirman:

“Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun. Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.”[An-Nisaa, 4:77-78]

Imam Ahmad mencatat riwayat dari Abu Dharda as,:

"Anda saja kamu mengetahui, apa yang engkau akan liat saat kematianmu, tentulah engkau tidak akan memakai segigitpun hidangan idamanmu, dan pula engkau tidak akan meminum lagi minuman lezat untuk memuaskan rasa dahaga mu yang tak terpuaskan"

Andai saja kaum Muslim menyadari bahwa kematian bukanlah akhir, namun sebuah permulaan, disitu tempat keadilan yang penuh rahmat dengan konsekuensi siksaan yang berat atau pahala yang indah. Tentulah keadaan kita yang menyedihkan ini akan berubah:

Dan ingatlah firman Allah:

“Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”[Ar-Ra’d, 13:11].

Maka obat daripada penyakit wahn ini tidak lain adalah kezuhudan kita kepada dunia. yang mana beliau saw telah mengajarkan kita ummatnya untuk berlaku zuhud dan seantiasa memotifasi agar lebih mengutamakan kehidupan ukhrawi. rasulullah saw bersabda :" zuhudlah di dunia maka ALLAH akan mencintai kalian, dan zuhudlah atas apa-apa yang ada di sebagian manusia, maka kamu akan dicintai oleh mereka " ( HR.ibnu majah dalam kitan zuhud ). jadi intinya adalah gejala penyakit hati yang diindikasikan oleh baginda rasulullah saw.

Isnin, 21 Februari 2011

Rasulullah SAW Menangis Ketika Di Padang Mahsyar

Dari Usman bin Affan bin Dahaak bin Muzahim daripada Abbas ra, bapa saudara Rasulullah SAW dari Rasulullah SAW telah bersabda, yang bermaksud:

"Aku adalah orang (manusia) yang paling awal dibangkitkan dari kubur (bumi) pada hari kiamat yang tiada kebanggaan. Bagiku ada syafaat pada hari kiamat yang tiada kemegahan. Bendera pujian di tanganku dan nabi-nabi keseluruhannya berada di bawah benderaku. Umatku adalah umat yang terbaik. Mereka adalah umat yang pertama dihisab sebelum umat yang lain. Ketika mereka bangkit dari kubur, mereka akan mengibas (membuang) tanah yang ada di atas kepala mereka. Mereka semua akan berkata:

"Kami bersaksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan kami bersaksi bahawa Muhammad itu Rasulullah. Inilah yang telah dijanjikan oleh Allah Taala serta dibenarkan oleh para rasul." Ibnu Abbas ra berkata: "Orang yang pertama dibangkitkan dari kubur di hari kiamat ialah Muhammad SAW. Jibril as akan datang kepadanya bersama seekor Buraq. Israfil pula datang dengan membawa bersama bendera dan mahkota. Izrail pula datang dengan membawa bersamanya pakaian-pakaian syurga."

Jibril as akan menyeru: "Wahai dunia! Di mana kubur Muhammad SAW?" Bumi akan berkata: "Sesungguhnya, Tuhanku telah menjadikan aku hancur. Telah hilang segala lingkaran, tanda dan gunung-ganangku. Aku tidak tahu dimana kubur Muhammad SAW."

Rasulullah SAW bersabda:

"Lalu diangkatkan tiang-tiang dari cahaya dari kubur Nabi Muhammad SAW ke awan langit. Maka, empat malaikat berada di atas kubur."

Israfil bersuara: "Wahai roh yang baik! Kembalilah ke tubuh yang baik!" Maka, kubur terbelah dua. Pada seruan yang kedua pula, kubur mula terbongkar. Pada seruan yang ketiga, ketika Rasulullah SAW berdiri, baginda SAW telah membuang tanah di atas kepala dan janggut baginda SAW. Baginda SAW melihat kanan dan kiri. Baginda SAW dapati, tiada lagi bangunan.

Baginda SAW menangis sehingga mengalir air matanya ke pipi. Jibril as berkata kepadanya: "Bangun wahai Muhammad! Sesungguhnya kamu di sisi Allah Taala di tempat yang luas." Baginda SAW bertanya, "Kekasihku Jibril! Hari apakah ini?"

Jibril as menjawab: "Wahai Muhammad! Janganlah kamu takut! Inilah hari kiamat. Inilah hari kerugian dan penyesalan. Inilah hari pembentangan Allah Taala." Baginda SAW bersabda: "Kekasihku Jibril! Gembirakanlah aku!"

Jibril as berkata: "Apakah yang kamu lihat di hadapanmu?" Baginda SAW bersabda: "Bukan seperti itu pertanyaanku." Jibril as berkata: "Adakah kamu tidak melihat bendera kepujian yang terpacak di atasmu?" Baginda SAW bersabda: "Bukan itu maksud pertanyaanku. Aku bertanya kepadamu akan umatku. Di mana perjanjian mereka?" Jibril as berkata: "Demi keagungan Tuhanku! Tidak akan terbongkar oleh bumi daripada manusia, sebelummu?" Baginda SAW bersabda: "Nescaya akan, kuatlah pertolongan pada hari ini. Aku akan mensyafaatkan umatku." Jibril as berkata kepada baginda SAW: "Tungganglah Buraq ini wahai Muhammad SAW dan pergilah ke hadapan Tuhanmu!" Jibril as datang bersama Buraq ke arah Nabi Muhammad SAW. Buraq cuba meronta-ronta.

Jibril as berkata kepadanya: "Wahai Buraq! Adakah kamu tidak malu dengan makhluk yang paling baik dicipta oleh Allah Taala? Sudahkah Allah Taala perintahkan kepadamu agar mentaatinya?" Buraq berkata: "Aku tahu semua itu. Akan tetapi, aku ingin dia mensyafaatiku agar memasuki syurga sebelum dia menunggangku.

Sesungguhnya, Allah Taala akan datang pada hari ini di dalam keadaan marah. Keadaan yang belum pernah terjadi sebelum ini." Baginda SAW bersabda kepada Buraq: "Ya! Sekiranya kamu berhajatkan syafaatku, nescaya aku memberi syafaat kepadamu." Setelah berpuas hati, Buraq membenarkan baginda SAW menunggangnya lalu dia melangkah. Setiap langkahan Buraq sejauh pandangan mata.

Apabila Nabi Muhammad SAW berada di Baitul Maqdis di atas bumi dari perak yang putih, malaikat Israfil as menyeru: "Wahai tubuh-tubuh yang telah hancur, tulang-tulang yang telah reput, rambut-rambut yang bertaburan dan urat-urat yang terputus-putus! Bangkitlah kamu dari perut burung, dari perut binatang buas, dari dasar laut dan dari perut bumi ke perhimpunan Tuhan yang Maha Perkasa. Roh-roh telah diletakkan di dalam tanduk atau sangkakala. Di dalamnya ada beberapa tingkat dengan bilangan roh makhluk.

Setiap roh, akan didudukkan berada di dalam tingkat. Langit di atas bumi akan menurunkan hujan dari lautan kehidupan akan air yang sangat pekat seperti air mani lelaki. Daripadanya, terbinalah tulang-tulang. Urat-urat memanjang. Daging kulit dan bulu akan tumbuh. Sebahagian mereka akan kekal ke atas sebahagian tubuh tanpa roh.

Allah Taala berfirman: "Wahai Israfil! Tiup tanduk atau sangkakala tersebut dan hidupkan mereka dengan izinKu akan penghuni kubur. Sebahagian mereka adalah golongan yang gembira dan suka. Sebahagian dari mereka adalah golongan yang celaka dan derita." Malaikat Israfil as menjerit: "Wahai roh-roh yang telah hancur! Kembalilah kamu kepada tubuh-tubuh mu. Bangkitlah kamu untuk dikumpulkan di hadapan Tuhan semesta alam." Allah Taala berfirman: "Demi keagungan dan ketinggianKu! Aku kembalikan setiap roh pada tubuh-tubuhnya!"

Apabila roh-roh mendengar sumpah Allah Taala, roh-roh pun keluar untuk mencari jasad mereka. Maka, kembalilah roh pada jasadnya. Bumi pula terbongkar dan mengeluarkan jasad-jasad mereka. Apabila semuanya sedia, masing-masing melihat. Nabi SAW duduk di padang pasir Baitul Maqdis, melihat makhluk-makhluk. Mereka berdiri seperti belalang yang berterbangan. 70 umat berdiri. Umat Nabi Muhammad SAW merupakan satu umat (kumpulan). Nabi SAW berhenti memperhatikan ke arah mereka.

Mereka seperti gelombang lautan. Jibril as menyeru: "Wahai sekalian makhluk, datanglah kamu semua ke tempat perhimpunan yang telah disediakan oleh Allah Taala." Umat-umat datang di dalam keadaan satu-satu kumpulan. Setiap kali Nabi Muhammad SAW berjumpa satu umat, baginda SAW akan bertanya: "Di mana umatku?"

Jibril as berkata: "Wahai Muhammad! Umatmu adalah umat yang terakhir." Apabila nabi Isa as datang, Jibril as menyeru: Tempatmu!" Maka nabi Isa as dan Jibril as menangis. Nabi Muhammad SAW berkata: "Mengapa kamu berdua menangis." Jibril as berkata: "Bagaimana keadaan umatmu, Muhammad?"

Nabi Muhammad bertanya: "Di mana umatku?" Jibril as berkata: "Mereka semua telah datang. Mereka berjalan lambat dan perlahan." Apabila mendengar cerita demikian, Nabi Muhammad SAW menangis lalu bertanya: "Wahai Jibril! Bagaimana keadaan umatku yang berbuat dosa?" Jibril as berkata: "Lihatlah mereka wahai Muhammad SAW!" Apabila Nabi Muhammad SAW melihat mereka, mereka gembira dan mengucapkan selawat kepada baginda SAW dengan apa yang telah Allah Taala muliakannya. Mereka gembira kerana dapat bertemu dengan baginda SAW. Baginda SAW juga gembira terhadap mereka.

Nabi Muhammad SAW bertemu umatnya yang berdosa. Mereka menangis serta memikul beban di atas belakang mereka sambil menyeru: "Wahai Muhammad!" Air mata mereka mengalir di pipi. Orang-orang zalim memikul kezaliman mereka.

Nabi Muhammad SAW bersabda: "Wahai umatku." Mereka berkumpul di sisinya. Umat-umatnya menangis. Ketika mereka di dalam keadaan demikian, terdengar dari arah Allah Taala seruan yang menyeru: "Di mana Jibril?"

Jibril as berkata: "Jibril di hadapan Allah, Tuhan semesta alam." Allah Taala berfirman di dalam keadaan Dia amat mengetahui sesuatu yang tersembunyi: "Di mana umat Muhammad SAW?" Jibril as berkata: "Mereka adalah sebaik umat."

Allah Taala berfirman: "Wahai Jibril! Katakanlah kepada kekasihKu Muhammad SAW bahawa umatnya akan datang untuk ditayangkan di hadapanKu." Jibril as kembali di dalam keadaan menangis lalu berkata: "Wahai Muhammad! Umatmu telah datang untuk ditayangkan kepada Allah Taala." Nabi Muhammad SAW berpaling ke arah umatnya lalu berkata: "Sesungguhnya kamu telah dipanggil untuk dihadapkan kepada Allah Taala." Orang-orang yang berdosa menangis kerana terkejut dan takut akan azab Allah Taala. Nabi Muhammad SAW memimpin mereka sebagaimana pengembala memimpin ternakannya menuju di hadapan Allah Taala.

Allah Taala berfirman: "Wahai hambaKu! Dengarkanlah kamu baik-baik kepadaKu tuduhan apa-apa yang telah diperdengarkan bagi kamu dan kamu semua melakukan dosa!" Hamba-hamba Allah Taala terdiam. Allah Taala berfirman: "Hari ini, Kami akan membalas setiap jiwa dengan apa yang telah mereka usahakan. Hari ini, Aku akan memuliakan sesiapa yang mentaatiKu. Dan, Aku akan mengazab sesiapa yang menderhaka terhadapKu. Wahai Jibril! Pergi ke arah Malik, penjaga neraka! Katakanlah kepadanya, bawakan Jahanam!"

Jibril pergi berjumpa Malik, penjaga neraka lalu berkata: "Wahai Malik! Allah Taala telah memerintahkanmu agar membawa Jahanam." Malik bertanya: "Apakah hari ini?"

Jibril menjawab: "Hari ini adalah hari kiamat. Hari yang telah ditetapkan untuk membalas setiap jiwa dengan apa yang telah mereka usahakan." Malik berkata: "Wahai Jibril! Adakah Allah Taala telah mengumpulkan makhluk?" Jibril menjawab: "Ya!" Malik bertanya: "Di mana Muhammad dan umatnya?" Jibril berkata: "Di hadapan Allah Taala!" Malik bertanya lagi: "Bagaimana mereka mampu menahan kesabaran terhadap kepanasan nyalaan Jahanam apabila mereka melintasinya sedangkan mereka semua adalah umat yang lemah?" Jibril berkata: "Aku tidak tahu!" Malik menjerit ke arah neraka dengan sekali jeritan yang menggerunkan.

Neraka berdiri di atas tiang-tiangnya. Neraka mempunyai tiang-tiang yang keras, kuat dan panjang. Api dinyalakan sehingga tiada kekal mata seorang dari makhluk melainkan bercucuran air mata mereka (semuanya menangis). Air mata sudah terhenti manakala air mata darah manusia mengambil alih. Kanak-kanak mula beruban rambut. Ibu-ibu yang memikul anaknya mencampakkan mereka.

Manusia kelihatan mabuk padahal mereka sebenarnya tidak mabuk. Rasulullah SAW Membela Umatnya Di padang mahsyar orang yang mula-mula berusaha ialah nabi Ibrahim as.

Baginda bergantung dengan asap Arsy yang naik lalu menyeru: "TuhanKu dan Penguasaku! Aku adalah khalilMu Ibrahim. Kasihanilah kedudukanku pada hari ini! Aku tidak meminta kejayaan Ishak dan anakku pada hari ini."

Allah Taala berfirman: "Wahai Ibrahim! Adakah kamu melihat Kekasih mengazab kekasihnya." Nabi Musa as datang. Baginda bergantung dengan asap Arsy yang naik lalu menyeru: "KalamMu. Aku tidak meminta kepadaMu melainkan diriku. Aku tidak meminta saudaraku Harun. Selamatkanlah aku dari kacau bilau Jahanam!" Isa as datang di dalam keadaan menangis.

Baginda bergantung dengan Arsy lalu menyeru: "Tuhanku. Penguasaku. Penciptaku! Isa roh Allah. Aku tidak meminta melainkan diriku. Selamatkanlah aku dari kacau bilau Jahanam!" Suara jeritan dan tangisan semakin kuat.

Nabi Muhammad SAW menyeru: "Tuhanku. Penguasaku Penghuluku. !Aku tidak meminta untuk diriku. Sesungguhnya aku meminta untuk umatku dariMu!" Ketika itu juga, neraka Jahanam berseru: "Siapakah yang memberi syafaat kepada umatnya?"

Neraka pula berseru: "Wahai Tuhanku. Penguasaku dan Penghuluku! Selamatkanlah Muhammad dan umatnya dari seksaannya! Selamatkanlah mereka dari kepanasanku, bara apiku, penyeksaanku dan azabku! Sesungguhnya mereka adalah umat yang lemah. Mereka tidak akan sabar dengan penyeksaan." Malaikat Zabaniah menolaknya sehingga terdampar di kiri Arsy. Neraka sujud di hadapan Tuhannya.

Allah Taala berfirman: "Di mana matahari?" Maka, matahari dibawa mengadap Allah Taala. Ia berhenti di hadapan Allah Taala. Allah Taala berfirman kepadanya: "Kamu! Kamu telah memerintahkan hambaKu untuk sujud kepada kamu?" Matahari menjawab. "Tuhanku! Maha Suci diriMu! Bagaimana aku harus memerintahkan mereka berbuat demikian sedangkan aku adalah hamba yang halus?"

Allah Taala berfirman: "Aku percaya!" Allah Taala telah menambahkan cahaya dan kepanasannya sebanyak 70 kali ganda. Ia telah dihampirkan dengan kepala makhluk." I

bnu Abbas r.h. berkata: "Peluh manusia bertiti dan sehingga mereka berenang di dalamnya. Otak-otak kepala mereka menggeleggak seperti periuk yang sedang panas. Perut mereka menjadi seperti jalan yang sempit. Air mata mengalir seperti air mengalir. Suara ratap umat-umat manusia semakin kuat. Nabi Muhammad SAW lebih-lebih lagi sedih. Air matanya telah hilang dan kering dari pipinya. Sekali, baginda SAW sujud di hadapan Arsy dan sekali lagi, baginda SAW rukuk untuk memberi syafaat bagi umatnya. Para Nabi melihat keluh kesah dan tangisannya.

Mereka berkata: "Maha Suci Allah! Hamba yang paling dimuliakan Allah Taala ini begitu mengambil berat, hal keadaan umatnya.

Daripada Thabit Al-Bani, daripada Usman Am Nahari berkata: "Pada suatu hari Nabi SAW menemui Fatimah Az-Zahara' r.h. Baginda SAW dapati, dia sedang menangis."

Baginda SAW bersabda: "Permata hatiku! Apa yang menyebabkan dirimu menangis?" Fatimah menjawab: "Aku teringat akan firman Allah Taala." "Dan, kami akan mehimpunkan, maka Kami tidak akan mengkhianati walau seorang daripada mereka." L

alu Nabi SAW pun menangis. Baginda SAW bersabda: "Wahai permata hatiku! Sesungguhnya, aku teringat akan hari yang terlalu dahsyat. Umatku telah dikumpulkan pada hari kiamat dikelilingi dengan perasaan dahaga dan telanjang. Mereka memikul dosa mereka di atas belakang mereka. Air mata mereka mengalir di pipi." Fatimah r.h. berkata: "Wahai bapaku! Apakah wanita tidak merasa malu terhadap lelaki?"

Baginda SAW menjawab: "Wahai Fatimah! Sesungguhnya, hari itu, setiap orang akan sibuk dengan untung nasib dirinya. Adapun aku telah mendengar Firman Allah Taala:" Bagi setiap orang dari mereka, di hari itu atau satu utusan yang melalaikan dia." ( Abasa: 37) Fatimah ra. bertanya: "Di mana aku hendak mendapatkanmu di hari kiamat nanti, wahai bapaku?" Baginda SAW menjawab: "Kamu akan menjumpaiku di sebuah telaga ketika aku sedang memberi minum umatku." Fatimah r.h. bertanya lagi: "Sekiranya aku dapati kamu tiada di telaga?"

Baginda SAW bersabda: "Kamu akan menjumpaiku di atas Sirat sambil dikelilingi para Nabi. Aku akan menyeru: "Tuhan Kesejahteraan! Tuhan Kesejahteraan! Para malaikat akan menyambut: "Aamiin."

Ketika itu juga, terdengar seruan dari arah Allah Taala lalu berfirman: "Nescaya akan mengikuti kata-katanya pada apa yang kamu sembah." Setiap umat akan berkumpul dengan sesuatu yang mereka sembah. Ketika itu juga, neraka Jahanam melebarkan tengkuknya lalu menangkap mereka sebagaimana burung mematuk kacang.

Apabila seruan dari tengah Arsy kedengaran, maka manusia yang menyembahNya datang beriring. Sebahagian daripada orang yang berdiri di situ berkata: "Kami adalah umat Muhammad SAW!"

Allah Taala berfirman kepada mereka: "Mengapa kamu tidak mengikuti orang yang kamu sembah?" Mereka berkata: "Kami tidak menyembah melainkan Tuhan Kami. Dan, kami tidak menyembah selainNya."

Mereka ditanya lagi: "Kami mengenali Tuhan kamu?" Mereka menjawab: "Maha Suci diriNya! Tiada yang kami kenali selainNya." Apabila ahli neraka dimasukkan ke dalamnya untuk diazab, umat Muhammad SAW mendengar bunyi pukulan dan jeritan penghuni neraka. Lalu malaikat Zabaniah mencela mereka. Mereka berkata: "Marilah kita pergi meminta syafaat kepada Muhammad SAW!"

Manusia berpecah kepada tiga kumpulan. 1. Kumpulan orang tua yang menjerit-jerit. 2. Kumpulan pemuda. 3. Wanita yang bersendirian mengelilingi mimbar-mimbar. Mimbar para Nabi didirikan di atas kawasan lapang ketika kiamat.

Mereka semua berminat terhadap mimbar Nabi Muhammad SAW. Mimbar Nabi Muhammad SAW terletak berhampiran dengan tempat berlaku kiamat. Ia juga merupakan mimbar yang paling baik, besar dan cantik. Nabi adam as dan isterinya Hawa berada di bawah mimbar Nabi SAW.

Hawa melihat ke arah mereka lalu berkata: "Wahai Adam! Ramai dari zuriatmu dari umat Muhammad SAW serta cantik wajah mereka. Mereka menyeru: "Di mana Muhammad?" Mereka berkata: "Kami adalah umat Muhammad SAW. Semua umat telah mengiringi apa yang mereka sembah. Hanya tinggal kami sahaja.

Matahari di atas kepala kami. Ia telah membakar kami. Neraka pula, cahaya juga telah membakar kami. Timbangan semakin berat. Oleh itu tolonglah kami agar memohon kepada Allah Taala untuk menghisab kami dengan segera! Sama ada kami akan pergi ke syurga atau neraka." Nabi Adam as berkata: "Pergilah kamu dariku! Sesungguhnya aku sibuk dengan dosa-dosaku. Aku mendengar firman Allah Taala: Dan dosa Adam terhadap Tuhannya kerana lalai. Mereka pergi berjumpa nabi Nuh as yang telah berumur, umur yang panjang dan sangat sabar. Mereka menghampirinya. Apabila nabi Nuh as melihat mereka, dia berdiri.

Pengikut (umat Nabi Muhammad SAW) berkata: "Wahai datuk kami, Nuh! Tolonglah kami terhadap Tuhan kami agar Dia dapat memisahkan di antara kami dan mengutuskan kami dari ahli syurga ke syurga dan ahli neraka ke neraka." Nabi Nuh as berkata: "Sesungguhnya, aku sibuk dengan kesalahanku. Aku pernah mendoakan agar kaumku dimusnahkan. Aku malu dengan Tuhanku. Pergilah kamu berjumpa Ibrahim kekasih Allah Taala! Mintalah kepadanya agar menolong kamu!"

Nabi Ibrahim as berkata: "Sesungguhnya aku pernah berbohong di dalam usiaku sebanyak tiga pembohongan di dalam Islam. Aku takut dengan Tuhanku. Pergilah kamu berjumpa Musa as! Mintalah pertolongan darinya!"

Nabi Musa as berkata: "Aku sibuk dengan kesalahanku. Aku pernah membunuh seorang jiwa tanpa hak. Aku membunuhnya bukan dari kemahuanku sendiri. Aku dapati dia melampaui batas terhadap seorang lelaki Islam. Aku ingin memukulnya. Aku terperanjat kerana menyakitinya lalu menumbuk lelaki tersebut. Ia jatuh lalu mati. Aku takut terhadap tuntutan dosaku. Pergilah kamu berjumpa Isa as!"

Mereka pergi berjumpa nabi Isa a.s. Nabi Isa a.s. berkata: "Sesungguhnya Allah Taala telah melaknat orang-orang Kristian.

Mereka telah mengambil aku, ibuku sebagai dua Tuhan selain Allah Taala. Hari ini, aku malu untuk bertanya kepadaNya mengenai ibuku Mariam." Mariam, Asiah, Khadijah dan Fatimah Az-Zahra' sedang duduk.

Ketika Mariam melihat umat Nabi Muhammad SAW dia berkata: "Ini umat Nabi Muhammad SAW. Mereka telah sesat dari Nabi mereka." Suara Mariam, telah didengari oleh Nabi Muhammad SAW Nabi Adam a.s. berkata kepada nabi Muhammad SAW. "Ini umatmu, wahai Muhammad! Mereka berkeliling mencarimu untuk meminta syafaat kepada Allah Taala."

Nabi Muhammad SAW menjerit dari atas mimbar lalu bersabda: "Marilah kepadaku, wahai umatku! Wahai sesiapa yang beriman dan tidak melihatku. Aku tidak pernah lari dari kamu melainkan aku sentiasa memohon kepada Allah Taala untukmu!" Umat Nabi Muhammad SAW berkumpul di sisinya. T

erdengar suara seruan: "Wahai Adam! Ke marilah kepada Tuhanmu!" Nabi Adam as berkata: "Wahai Muhammad! Tuhanku telah memanggilku. Moga-moga Dia akan meminta kepadaku."

Nabi Adam as pergi menemui Allah Taala. Allah Taala berfirman kepadanya: "Wahai Adam! Bangunlah dan hantarkan anak-anakmu ke neraka!" Nabi Adam as bertanya: "Berapa ramai untukku kirimkan?" Allah Taala berfirman: "Setiap seribu lelaki kamu hantarkan seorang ke syurga, 999 orang ke neraka."

Allah Taala berfirman lagi: "Wahai Adam! Sekiranya Aku tidak melaknat orang yang berdusta dan Aku haramkan pembohongan, nescaya Aku akan mengasihi anakmu keseluruhannya. Akan, tetapi, Aku telah janjikan syurga bagi orang yang mentaatiKu Neraka pula bagi orang yang menderhakaiKu Aku tidak akan memungkiri janji Wahai Adam! Berhentilah di sisi Mizan (timbangan).

Sesiapa yang mempunyai berat pada kebaikannya daripada dosanya walaupun seberat biji sawi, bawalah dia untuk memasuki syurga tanpa perlu berunding denganKu! Sesungguhnya Aku telah menjadikan bagi mereka, satu kejahatan dengan satu dosa.

Manakala satu kebaikan dengan sepuluh pahala agar memberitahu mereka bahawa, sesungguhnya Aku tidak akan memasukkan mereka ke dalam neraka melainkan setiap yang kembali akan dikembalikan dengan dosa bagi orang yang melampaui batas."

Nabi Adam as berkata: "Tuhanku! Penguasaku! Engkau lebih utama bagi menghisab berbanding aku. Hamba itu adalah hambaMu dan Engkau Maha Mengetahui sesuatu yang ghaib!"

Umat Muhammad SAW Diseru Meniti Sirat Allah Taala menyeru: "Wahai Muhammad! Bawalah umatmu untuk dihisab dan lintaskan mereka di atas Sirat yang dilebarkan. Panjangnya sejauh 500 tahun perjalanan." Malaikat Malik berdiri di pintunya (neraka). Dia menyeru: "Wahai Muhammad!

Sesiapa yang datang dari umatmu dan bersamanya ada perlepasan dari Allah Taala, maka dia akan terselamat. Sekiranya sebaliknya maka, dia akan terjatuh di dalam neraka. Wahai Muhammad! Katakan kepada orang yang diringankan agar berlari! Katakan kepada orang yang diberatkan agar berjalan!"

Nabi Muhammad SAW bersabda kepada malaikat Malik: "Wahai Malik! Dengan kebenaran Allah Taala ke atasmu, palingkanlah wajahmu dari umatku sehingga mereka dapat melepasi! Jika tidak, hati mereka akan gementar apabila melihatmu." Malaikat Malik memalingkan mukanya dari umat Nabi Muhammad SAW. Umat Nabi Muhammad SAW telah di pecahkan kepada sepuluh kumpulan. Nabi Muhammad SAW mendahului mereka lalu bersabda kepada umatnya: "Ikutlah aku wahai umatku di atas Sirat ini!"

Kumpulan pertama berjaya melintasi seperti kilat yang memancar.

Kumpulan kedua melintasi seperti angin yang kencang.

Kumpulan ketiga melintasi seperti kuda yang baik.

Kumpulan yang keempat seperti burung yang pantas.

Kumpulan yang kelima berlari.

Kumpulan keenam berjalan.

Kumpulan ketujuh berdiri dan duduk kerana mereka dahaga dan penat. Dosa-dosa terpikul di atas belakang mereka. Nabi Muhammad SAW berhenti di atas Sirat. Setiap kali, baginda SAW melihat seorang dari umatnya bergayut di atas Sirat, baginda SAW akan menarik tangannya dan membangunkan dia kembali.

Kumpulan kelapan menarik muka-muka mereka dengan rantai kerana terlalu banyak kesalahan dan dosa mereka. Bagi yang buruk, mereka akan menyeru: "Wahai Muhammad SAW!" Nabi Muhammad SAW berkata: "Tuhan! Selamatkan mereka! Tuhan! Selamatkan mereka"! Kumpulan ke sembilan dan ke sepuluh tertinggal di atas Sirat.

Mereka tidak diizinkan untuk menyeberang. Dikatakan bahawa, di pintu syurga, ada pokok yang mempunyai banyak dahan. Bilangan dahannya tidak terkira melainkan Allah Taala sahaja yang mengetahui. Di atasnya ada kanak-kanak yang telah mati semasa di dunia ketika umur mereka dua bulan, kurang dan lebih sebelum mereka baligh. Apabila mereka melihat ibu dan bapa mereka, mereka menyambutnya dan mengiringi mereka memasuki syurga. Mereka memberikan gelas-gelas dan cerek serta tuala dari sutera.

Mereka memberi ibu dan bapa mereka minum kerana kehausan kiamat. Mereka memasuki syurga bersama-sama. Hanya tinggal, kanak-kanak yang belum melihat ibu dan bapa mereka.

Suara tangisan mereka semakin nyaring. Mereka berkata: "Aku mengharamkan syurga bagi diriku sehingga aku melihat bapa dan ibuku." Kanak-kanak yang belum melihat ibu dan bapa mereka telah berkumpul. Mereka berkata: "Kami masih di dalam keadaan yatim di sini dan di dunia." Malaikat berkata kepada mereka: "Bapa-bapa dan ibu-ibu kamu terlalu berat dosa mereka. Mereka tidak diterima oleh syurga akibat dosa mereka."

Mereka terus menangis malah lebih kuat dari sebelumnya lalu berkata: "Kami akan duduk di pintu syurga moga-moga Allah Taala mengampuninya dan menyatukan kami dengan mereka." Demikianlah! Orang yang melakukan dosa besar akan dikurung di tempat pembalasan yang pertama oleh mereka iaitu Sirat. Ia dipanggil "Tempat Teropong." Kaki-kaki mereka akan tergantung di Sirat.

Nabi Muhammad SAW melintasi Sirat bersama orang-orang yang soleh di kalangan yang terdahulu dan orang yang taat selepasnya. Di hadapannya, ada bendera-bendera yang berkibaran. Bendera Kepujian berada di atas kepalanya. Apabila bendera baginda menghampiri pintu syurga, kanak-kanak akan meninggikan tangisan mereka.

Rasulullah SAW bersabda: "Apa yang berlaku pada kanak-kanak ini?" Malaikat menjawab: "Mereka menangis kerana berpisah dengan bapa dan ibu mereka. "Nabi SAW bersabda: "Aku akan menyelidiki khabar mereka dan aku akan memberi syafaat kepada mereka, Insya Allah."

Nabi Muhammad SAW memasuki syurga bersama umatnya yang berada di belakang. Setiap kaum akan kekal didalam rumah-rumah mereka. Kita memohon kepada Allah Taala agar memasukkan kita di dalam keutamaan ini dan menjadikan kita sebahagian daripada mereka.

Khamis, 17 Februari 2011

Ya Rasulullah

Ya Rasulullah
Artist: Raihan   
Song Category: Nasyid
Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kutatap wajahmu
Kan pasti mengalir air mataku
Kerna pancaran ketenanganmu

Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kukucup tanganmu
Moga mengalir keberkatan dalam diriku
Untuk mengikut jejak langkahmu

Ya Rasulullah Ya Habiballah
Tak pernah kutatap wajahmu
Ya Rasulullah Ya Habiballah
Kami rindu padamu
Allahumma Solli Ala Muhammad
Ya Rabbi Solli Alaihi Wasallim ( 2X )

Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kudakap dirimu
Tiada kata yang dapat aku ucapkan
Hanya tuhan saja yang tahu

Kutahu cintamu kepada umat
Umati kutahu bimbangnya kau tentang kami
Syafaatkan kami
Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kutatap wajahmu

Kan pasti mengalir air mataku
Kerna pancaran ketenanganmu
Ya Rasulullah Ya Habiballah
Terimalah kami sebagai umatmu
Ya Rasulullah Ya Habiballah
Kurniakanlah syafaatmu

Salam Mujahadah


Selasa, 8 Februari 2011

Salam Akhirat

Alangkah Indahnya
Dunia sepi tanpa kata
Kata yang berupa dusta semata-mata
Dunia tak bermakna tanpa Baginda
Tiada Baginda tiadalah dunia
Dunia dicipta untuk Baginda
Bukan Baginda dicipta untuk Dunia
Dunia rekaan sahaja
Hidupnya hanya seketika
Satu hari akan hancur segalanya
Tidak akan tinggal walau satu nyawa

Alangkah Indahnya
Jika hidup penuh bahagia
Hidup di dunia bukannya lama
Satu masa akan tinggal dunia
Alam kubur berkata
Mana dia yang daku suka
Mana dia yang daku cela
Yang daku suka, orangnya beramal mulia
Kubur dibuka seluas-luasnya
Yang daku cela, akan berkata
"Oh... Alangkah runginya..!!
Duduk seorang tanpa tiada temannya
Dunia kiri dan kanan gelap gelita
Dimana dia harta pusaka
Kemana dia isteri tercinta
Apa dah jadi pangkat ku bangga?

Alangkah indahnya
Sungai mengalir tanpa kata
Arak dan madu sungai dicipta
Angin bertiup sesedap bicara
Hendak ke kanan cakap sahaja
Hendak ke kiri boleh ku cuba,
Keperluan disana sangat selesa
Apa nak buat luasnya syurga
Siapakah gerangan si cantik jelita,
Bidadari teman setia
Makan pisang tiada hadnya
Bila ku pandang belakang, kulitnya tiada beza
Gunung dan kulit sama sahaja
Sekali ku telan berlainan rasa
Dua kali ku gigit rasanya mangga
Empat kali ku makan rasanya tidak terkata
Ini cerita bukanya reka-reka
Diberitakan oleh pencipta semesta
Yang maha hebat, maha kuasa
Apa yang terjadi semuanya atas izin-Nya

Alangkah Indahnya
Didunia dahulu tiada "syurga",
Tidaklah kuburku begini derita,
Kanan kiriku sangat gelita,
Tulang rusukku sudah binasa,
Ajratul-Aqra teman setia,
Memukul dan mencungkil tugas setia,
Setiap masa dan jua ketika,
Ribuan tahun masa pun tiba,
Padang Mashyar kini ku tiba,
Disinilah saat mula sengsara,
Tempat kupijak dari tembaga,
Tembaga membakar tiada tandingnya,
Disangka aman, rupanya berbisa,
Sakitnya tidak terkata,
Atas kepalaku mentari membara,
Aku kini lemas tiada bicara,
Hingga sampai satu ketika,
Aku mula berkata-kata,
Wahai Allah ceptlah segera,
Aku rela menuju ke neraka,
Siksanya disini memang derita,
Aku sangka hujan hingga ke china,
Rupanya tsunami di tengah kota,
Dalam neraka daku tersiksa,
Jutaan tahun aku didalamnya,
Tiada aman lagi bahagia,
Setiap masa juga ketika,
Aku dipukul juga di paksa,
Mana pergi harta ku didunia,
Satu sen tiada guna,
Mana hilang isteri tercinta,
Kasih sayangmu tiada makna,
Tidakah gementar warga neraka,
Aku ini pangkatnya diraja,
Dunia dahulu aku dipuja,
Kenapa disini aku dihina,
Mana salahku, mana silapnya,
Tepuk dada tanyalah minda,
Perintah Ilahi adakah dilaksana
Caranya Rasul ada hikmahnya,
Jangan sesekali ingkar perintah-Nya,
Ini nasihat untuk penulisnya,
Orangnya lemah lagi pendosa,
Ampun Ya Allah maha kuasa,
Sekian sahaja dari hamba
Bersua kembali dilain cerita
Salam Akhirat aku derita!

Jumaat, 21 Januari 2011

Refleksi Hari Ini.

Dan di antara mereka ada yang membuat janji dengan Allah dengan berkata: "Sesungguhnya jika Allah memberi kepada kami dari limpah kurniaNya, tentulah kami akan bersedekah, dan tentulah kami akan menjadi dari orang-orang yang salih".


Kemudian setelah Allah memberi kepada mereka dari limpah kurniaNya, mereka bakhil dengan pemberian Allah itu, serta mereka membelakangkan janjinya dan sememangnya mereka orang-orang yang sentiasa membelakangkan (kebajikan).

Kau Sahabat Kau Teman

Hijjaz (Munif Ahmad)

Kau Sahabat Kau Teman 

Telah tiba saat waktu kau tinggalkan kami
Kerana takdir yang Maha Esa telah menetapkan
Sedih rasanya hati ini bila mngenangkan
Kau sahabatku kau teman sejati

Tulus ikhlasmu luhur budimu bagai tiada pengganti
Senyum tawamu juga katamu menghiburkan kami
Memori indah kita bersama terus bersemadi
Kau sahabatku kau teman sejati

Sudah ditakdirkan kau pergi dulu
Di saat kau masih diperlukan
Tuhan lebih menyayangi dirimu
Ku pasrah diatas kehendak yang Esa

( korus )
Ya Allah,tempatkannya di tempat yang mulia
Tempat yang kau janjikan nikmat untuk hamba Mu
Sahabatku akan ku teruskan perjuangan ini
Walau ku tahu kau tiada di sisi

Perjuangan kita masih jauh beribu batu
Selagi roh masih di jasad hidup diteruskan
Sedih rasa hati ini mengenangkan dikau
Bagai semalam kau bersama kami

( korus ) Moga amanlah dan bahagia dikau di sana
Setangkai doa juga Fatehah terus kukirimkan
Moga di sana kau bersama para solehin
Ku sahabatku kau teman sejati

Rabu, 19 Januari 2011

Jawatan Kosong Di E-Recruitment

Terdapat 100 jawatan kosong sepanjang 2011.. untuk maklumat lanjut layari E-Recuirement
No.Nombor IklanJawatanTarikh IklanTarikh Tutup
1.S99B2011TUKANG K2 (TUKANG LETRIK)15-01-201131-12-2011
2.S99A2011PEGAWAI KEBUDAYAAN B1715-01-201131-12-2011
3.S98B2011TUKANG K2 (TUKANG BESI)15-01-201131-12-2011
4.S98A2011PEMBANTU LAUT15-01-201131-12-2011
5.S97B2011TUKANG K2 (TUKANG LETRIK KERETA MOTOR)15-01-201131-12-2011





Isnin, 17 Januari 2011

Fadhilat Zikir

Dari Abu Hurairah r.hu katanya bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya apa-apa yang akan aku lakukan terhadap hambaku adalah mengikut sangkaan hambaKu terhadapKu, dan aku bersamanya apabila dia mengingatiKu. Jika dia mengingatiKu didalam hatinya maka Aku mengingati dia di dalam hatiKu, dan jika dia mengingatiKu dalam perhimpunan maka Aku ingati dia di dalam perhimpunan yang lebih baik (iaitu dalam jemaah para malaikat yang maksum dan suci daripada segala dosa). Apabila hambaKu mendekatiKu sejengkal, maka Aku akan mendekati dia sehasta. Apabila dia mendekati Aku sehasta, maka aku dekati dia sedepa. Dan apabila dia datang mendekatiKu dengan berjalan, maka aku dekati dia dengan belari.” [Hadith Riwayat Imam Ahmad, Bukahri, Muslim dan Lain-lain]

KETERANGAN
Berbagai-bagai perkara diterangkan dalam Hadith ini. Pertama ‘Sesungguhnya apa-apa yang akan Aku lakukan terhadap hambaKu adalah mengikut sangkaan hambaKu terhadapKu’ bermaksud, hendaklah kita senantiasa mengharapkan kurniaan dan rahmat daripada Allah SWT, janganlah sekali-kali putus asa daripada rahmatNya. Sememangnya kita adalah pendosa dan kita meyakini bahawa segala dosa dan perbuatan kita itu pasti akan dibalas. Namun begitu, jangan sekali-kali berputus asa daripada rahmat Allah SWT. Adalah tidak mustahil bagi Allah SWT untuk mengampuni keseluruhan dosa kita dengan rahmat dan kemurahanNya semata-mata. Terdapat dalam Al-Quran :

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) denganNya dan Dia mengampuni dosa selain daripada syirik itu bagi sesiapa yang dikehendakiNya.” [An-Nisa : 116]

Akan tetapi tidaklah semestinya segala dosa akan diampuniNya. Lantaran itulah para ulama mengatakan bahawa iman adalah antara harap dan takut.

Satu ketika Nabi SAW mengunjungi seorang sahabat muda yang berada dalam keadaan nazak, Baginda SAW bertanya kepadanya, “Bagaimana dengan keadaan kamu?” Jawabnya, “Wahai Rasulullah, aku mengharapkan rahmat Allah SWT dan aku takut mengenai dosa-dosa ku.” Sabda Baginda SAW, “Jika kedua-dua yakni harapan dan ketakutan didapati dalam keadaan seperti ini maka pasti Allah SWT akan mengurniakan apa-apa jua yang diharapkan dan menyelamatkan daripada apa-apa saja yang ditakuti.” [Jam-‘ul Fawaaid] 

Jumaat, 14 Januari 2011

Inginkan Tuhan adalah Naluri terindah

Sebahagian pengkaji barat menamakan pencarian Tuhan sebagai aktiviti otak yang tercipta secara semula jadi. Menreka mengandaikan bahawa ia adalah got spot dalam siratan neuron manusia maka dengannya manusia tidak puas-puas mencari kebenaran. Dalam bahasa kita, ia disebut fitrah. Mari kita melihat kewajarannya.

Kisah 1
Firaun adalah antara manusia yang paling keliru di planet bumi kerana pernah mendakwa bahawa dia Tuhan! Merasakan dirinya memiliki kekuasaan, dia sudah layak ditabal sebagai Tuhan Maha Tinggi. Firaun kemudian melaksanakan keyakinannya itu dalam hidup sehariannya. Hasilnya bukan kebaikan tetapi kezaliman yang tidak terperi.

Kita tentu tertanya-tanya tentang fitrahnya atau dimana fungsi god spotnya? Untuk memahami sesuatu drama itu kita perlu menyaksikan sehingga cerita tamat. Ini yang berlaku dalam mencari kaitan firaun dan fitrahnya.
Ketika dia berada di dasar Laut Merah, kakinya memijiak karang sedangkan permukaan laut pula begitu jauh dari kepalanya, dia sedang berada di dasar laut! Dalam lonjakan dan begitu bergelut untuk bernafas mendapatkan udara, Firauan baru sedar siapa dirinya. Saat itulah dia berkata, “Aku beriman dengan Tuhan Musa dan Harun…”

Akhirnya Firauan menemui ajal dengan mati lemas. Dia tumpas dengan air yang tak sempat dikuasainya! Malang bagi Firaun kerana hanya menyedari perkara paling penting hanya pada saat-saat terakhirnya dalam hidupnya. Baru hari itu dia melayan apa yang dibisikan oleh fitrahnya.

Kisah 2
Kisah ini tentang lelaki komunis Melayu pertama. Dia dengan penuh angkuh mengisytiharkan agar dikumpulkan semua mashaf yang berada di dalam rumah orang isalam dan diberikan kepadanya. Dia mahu jadikan helaian al-Quran sebagai kertas pencuci najis! Alangkah angkuh biicara ini. Faham komunis yang menganggap agama islah candu menguasai pemikirannya lalu membentuk keangkuhan melampau.
Sekali lagi kita perlu menunggu sehingga penamat untuk memahami sesuatu drama.

Ketika lelaki ini sedang nazak di pembaringannya, rakan-rakan yang menziarahinya terkejut bersar kerana apabila mereka mengangkat tubuh lemah ini, mereka menemui ada senaskah al-Quran di bawah bantal, betul-betul di bawah kepalanya. Ketika ditanya kepada isterinya, dia hanya menjawab kerana itu permintaan suaminya.

Hairan, bukan? Tetapi itulah kuasa fitrah yang manusia sering cuba ingkar.

Dua kisah manusia ekstrem yang menolak Tuahn di atas cukup bagi kita mendap-at gambaran tentang kedudukan Tuhan dalam diri manusia. Mahu menerimanya atau tidak, ia adalah fitrah yang ada pada manusia sejak manusia itu belum dilahirkan lagi. Oleh itu, masakan manusia boleh mengingkarinya.
Oleh itu daripada kita menentang fitrah tetapi akhirnya terpaksa mengalah adalah lebih baik kita suburkan fitrah kerana daripadanya kita akan memperoleh kekuatan selaku seorang insane. Rasulullah setiap kali bangun daripada tidurnya akan membaca ayat Allah yang bermaksud:

“Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, perselisihan antara malam dan siang, ada tanda bagi mereka yang mempunyai mata hati… “

Dengan membandingkan alam sekeliling kemudian merangsang minda secara fitrah, ia akan membawa kita kepada menyaksiakan kebesaran dan keagunagn Tuhan. Masakan tidak, apabila kita melihat bumi yang berputar melawan pusingan jam tanpa hendti dengan kelajuan 3340 km/jam tidakkah kita berfikir siapakah penguasanya? Pada masa yang samabumi di atas orbit yang kukuh berputar melawan pusingan jam dengan kelajuan 108, 000 km/jam. Sekali lagi tidakkah kita terfikir tentang kuasa yang mengurus selia semua ini?
Seorang pelumba Formula One yang memecut kereta lumbanya pada kelajuan 320 km/jam dan Berjaya menaiki podium sebagai juara, kita member tepukan berdiri penuh rasa kagum dan hormat.

Alangkah tidak adilnya kita… Dengan sedikit kehebatan manusia, kita rasa kagum tetapi dengan kemuncak kehebatan Tuhan, kita membutakan mata.!

Marilah kita buat sesuatu yang sejajar dengan fitrah. Bukan memeranginya, kita hakikatnya memerangi dalaman diri kita sendiri.

Kita berada di antara dua tempat gelap : Pertama rahim ibu, kedua kubur. Sinarilah hidup ini dengan kebaikan nescaya kegelapan kedua dilimpahi cahaya.

Rabu, 5 Januari 2011

Mahukan Kesenangan


Manusia selalu mencar-cari kesenangan. Sudah senang, ingin lagi senang. Kesenagan itu tidak pernah terasa. Yang terasa ialah susah. Kesusahan itulah yang menjadi pembicaraan sepanjang hari. Tidak tidur malam hari memikirkan kesusahan. Kesenangan yang dicari, kiranya kesusahanlah yang bersua. Berfirman Allah SWT dalam Al-Quran. Maksudnya :

" Orang-orang kafir itu dalam usaha mereka (mencapai kesenangan dunia) adalah seperti fatamogana di padang pasir. Dari jauh disangka air, setelah mereka sampai ditempat itu, kiranya tidak ada sesuatu pun. Mereka itu disisi Allah dihisab dengan sempurna. Dan Allah cepat sekali menghisab." (An-Nur : 39)

Fatamogana adalah pantulan sinar di padang pasir. Para musafir yang kehausan dibakar terik mentari di padang pasir, tiba-tiba ternampak sungai mengalir di hadapannya. Nampak jelas air sungai mengalir tenang, anak-anak mandi berenang-renang hilir mundik, dan perempuan mencuci kaki di pinggirnya. Kerana sangat haus dan dahaga, maka musafir tersebut belari ke sungai itu. Tetapi, sesampai disana sungai itu hilang, dan yang didapati belaka. Inilah yang sering terjadi di padang pasir. Fatamogana itu bukan sebenarnya sungai, melainkan pantulan sinar matahari kerana sangat panas.

Kesenangan dunia dalam pandangan Allah SWT diumpamakan seperti fatamogana. Dia nampak, tetapi setelah didekati ia pun hilang. Senang yang mutlak di dunia memang tidak ada. Di dalam senang berisi Susah. Senang itu hanya terdapat dalam melamu. Orang-orang bodoh cara berfikirannya lain. Itu sebabnya manusia banyak yang bathil kerana mengharap kaya. Disangkanya kekayaan itu dapat mewujudkan kesenangan. Dengan ini salah. Berfirman Allah SWT di dalam Al-Quran :

"Dan tidak ada kesenangan hidup di dunia ini, bahaya tipu daya (semata)". (Ali Imran : 185)

Mahu Hidup Lama

Sudah menjadi kudrat bahawa manusia tidak merasa puas hidup, tidak ingin mati, dan ingin hidup terus-menerus. Mereka takut mati dan enggan berpisah dengan keluarga. Padahal hidup didunia ini tidak abadi. Semua makhluk ini akan mati. Nabi-nabi, orang yang dianggap suci sekali pun juga akan mati. Demikian juga malaikat dan jin. Kalau ingin juga hidup terus-menerus, maka pilihlah hidup akhirat, sebab disanalah hidup yang kekal, bukan di dunia. Semoga jangan salah pilih.

"Dan (kehidupan) akhirat itu lebih baik dan lebih kekal." (Al-A'la : 17)

Selasa, 14 Disember 2010

Jawatan Kosong SPP


Protal Suruhanjaya Perkhidmatan Pelajaran... kalau korang nak mohon mana2 jwtn kosong... pg di website ni...

Jumaat, 10 Disember 2010

Nice View..








Jwatan Kosong : Jabatan Ukur dan Pemetaan Malayisa

IKLAN JAWATAN KOSONG
Permohanan adalah dipelawa daripada Warganegara Malaysia yang berkelayakkan bagi mengisi kekosongan jawatan berikut :-
Jawatan : Pembantu Tadbir (P/O) N17 (Sambilan)
Kementerian/ Jabatan : Jabatan Ukur dan Pemetaan Malaysia (JUPEM)
Kumpulan Perkhidmatan : Sokongan
Klasifikasi : Perkhidmatan pentadbiran & Sokongan
Taraf Jawatan : Sambilan
Syarat Lantikan :
a.       Warganegara
b.      Berumur tidak kurang 18 tahun pada tarikh tutup iklan jawatan
c.       Kelayakan pendidikan seperti berikut :
i.                     Sijil Pelajaran Malaysia (SPM) atau kelayakan yang diiktiraf setaraf dengannya;
ii.                   Kepujian Bahasa Melayu/Bahasa Malaysia (Termasuk : Lulus Ujian lisan) pada peringkat SPM atau kelulusan yang diiktiraf setaraf dengannya oleh kerajaan.
d.      Skop fungsi dan bidang Tugas
i.                     Tugas-tugas perkeranian selaras dengan fungsi tugas jabatan/bahagian yang berkenaan seperti tugas-tugas penyelenggaraan fail/dokumen, pengiraan, penyediaan laporan bulanan dan statistic.
ii.                   Urusan-urusan perkhidmatan seperti perlantikan, pengesahan dalam perkhidmatan, pertukaran, cuti dan persaraan.
iii.                  Urusan pengemaskinian maklumat HERMIS.
e.      Tempoh Lantikan : Januari 2011 hingga Disember 2011 ( 1 Tahun)
f.        Cara memohon
i.                     Pemohon hendaklah menggunakan boring JUPEM/2011 yang boleh didapati di alamat seperti berikut :-
Pengarah
Jabatan Ukur dan Pemetaan Malaysia
Seksyen Topografi Sarawak
Tingkat 7, Bangunan Sultan Iskandar
Jalan Simpang Tiga,
93592 Kuching
ii.                   Semua permohonan hendaklah disertakan dengan salinan sijil kelahiran, salinan kad pengenalan, dan salinan sijil-sijil keputusan peperiksaan bagi kelayakkan yang disyaratkan dan hendaklah disahkan.
iii.                  Borang permohonan yang lengkap diisi hendaklah dihantar dalam sampul surat berukuran 32sm X 23sm. Disudut atas sebelah kiri sampul surat hendaklah ditulis nama jawatan dipohon dengan HURUF BESAR DAN TARIKH TUTUP.
iv.                 Permohonan yang berikut akan ditolak ;-
1.       Tidak menggunakan boring JUPEM/2011;
2.       Tidak disertakan dokumen yang diperlukan;
3.       Tidak lengkap atau tidak terang/tidak jelas;
4.       Tidak memetuhi syarat yang ditetapkan
5.       Tidak ditulis no. kad pengenalan;
6.       Borang diterima selepas tarikh tutup iklan;
7.       Borang permohonan tidak ditandatangani.
v.                   Tarikh Tutup Permohonan : 17 Disember 2011

Isnin, 6 Disember 2010

Kesyahidan Hazrat Anas r.hu

Hazrat Anas bin  Nadhr r.hu ialah seorang sahabat yang tidak dapat menyertai peperangan badar. Beliau sedih tentang perkara itudan telah mengutuk dirinya dengan berkata, “Badar adalah peperangan yang pertama dan agung dalam islam sedangkan engkau tidak dapat menyertai peperangan itu.”.

Belau bercita-cita sekiranya ada peperangan lain maka beliau akan tunaikan tuntutan semangatnya. Secara kebetulan peperangan Uhud pun tiba maka beliau telah pun menyertai peperangan itu dengan penuh kepahlawanan dan keberanian. Dalam peperangan uhud, orang islam telah menang pada permulaan perang itu. Tetapi, akibat satu kesilapan, orang islam akhirnya kalah. Kesilapan tersebut berlaku begini. Rasulullah saw telah menetapkan beberapa orang disebuah bukit yang tertentu dengan bersabda, “Selagi saya tidak beri arahan, kamu jangan tinggalkan bukit itu kerana musuh mungkin akan menyerang dari tempat itu”.

Orang islam telah menang pada permulaannya. Kemudian apabila tentera-tentera yang berada diatas bukit melihat orang kafir melarikan diri maka kebanyakan mereka telah turun dari bukit itu dengan menyangka bahawa peperangan sudah berakhir. Oleh itu mereka berlari-lari mengejar orang kafir untuk mendapatkan harta rampasan. Ketua jemaah tersebut telah melarang dengan berkata, “Ini ialah larangan Rasulullah saw, kamu jangan tinggalkan tempat ini.”

Walaubagaimanapun, mereka menyangka bahawa perintah Rasulullah saw hanya semasa pertempuran sahaja. Oleh itu, mereka turun dari tempat tersebut dan menuju ke medan. Semasa melarikan diri, orang kafir telah Nampak bukit itu telah dibiarkan kosong lalu mereka pun dating dari arah tersebut dan membuat serangan. Pada ketika itu orang islam berada dalam keadaan leka. Tanpa disedari, orang kafir telah melancarkan serangan mengejut dan ini menyebabkan orang islam berasa tertekan. Tambahan pula, orang islam berada di tengah-tengah orang kafir yang menyerang dari kedua-dua arah.Oleh sebab itu mereka lari tidak tentu hala.
Hazrat Anas r.hu telah ternampak seorang sahabat, Hazrat Sa’ad bin Ma’az r.hu dating dari arah hadapan. Beliau berkata, “Wahai Sa’ad, kemana engkau hendak pergi? Demi Allah, keharuman syurga sedang dating dari arah bukit Uhud.”

Setelah berkata sedemikian beliau menyerbu kearah kumpulan orang kafir dengan pedang yang masih terhunus di tangan. Selagi tidak syahid, selagi itu beliau tidak akan pulang. Setelah gugur syahid, didapati badannya telah tercedera parah. Terdapat lebih daripada lapan puluh liang luka pada badanya akibat terkena pedang dan anak panah. Saudara perempuan  beliau sahaja yang dapat mengenalinya melalui hujung jari beliau.

Jumaat, 1 Oktober 2010

Luwak Kopi Halal Paling Mahal



Indonesia : Kopi Luwak iaitu kopi yang dikutip hasil dari najis musang mendapat sambutan tangat di Indonesia. Dikatakan kopi paling majal di dunia harganya sekilogram boleh mencecah U$440. Ia boleh didapati di kepulauan Jawa, Sumetra dan Sulawesi serta beberapa Negara di Asia Tenggara. Kopi Luwak hanya boleh dihasilkan sebanyak 450 Kilogram saja setahun. Isu kopi Luwak menjadi hangat apabila ada yang mempersoalkan sama ada ia halal diminum oleh orang Islam kerana ia dating dari najis musang. Setelah mengadakan perbincangan yang agak panjang, akhirnya Majlis Ulama Indonesia memutuskan, kopi  itu halal dengan syarat biji kopi itu dibersihkan sebelum diproses.